Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari 2018

Misbakhun: Saya Pindah Partai Biar Gak Ditenggelamkan Karena Kasus

Kasus Misbakhu n yang sangat jarang diketahui dan ditemui orang ini sebenarnya sempat menghebohkan masyarakat. Karena Misbakhun sendiri adalah salah satu anggota Inisiator Hak Angket Kasus Skandal Century yang juga dituduh atas kasus Misbakhun korupsi . Misbakhun yang juga dikenal sebagai seorang anggota DPR-RI. Dengan terjeratnya kedalam kasus Misbakhun , banyak yang membicarakan bahwa Misbakhun korupsi sebesar 22,5 juta USD di Bank Century. Kasus Misbakhun ini memang terjadi saat ia masih menjadi anggota Fraksi PKS. "Dulu waktu kita memulai hak angket ini dan ada dalam tim Pansus Century ini saya ini jadi korban untuk tidak jadi anggota DPR lagi. Ada operasinya itu. Saya saja pindah partai biar enggak ditenggelamkan," ujar Misbakhun. Walau begitu, dengan adanya kasus Misbakhun ini tidak lantas membuatnya menyesali kejadian itu. Dia bahkan merasa beruntung karena berkat kasus Misbakhun itu banyak sekali orang yang mengenalnya dan itu sangat baik untuk kar...

Misbakhun Akan Selalu Kenang Kasus Yang Pernah Menjeratnya

Sumber: Jitunews.com Di tahun 2013, nama Mukhammad Misbakhun pernah melejit akibat dirinya yang terjerat dalam skandal Bank Century pada yang kemudian atas kasus Misbakhun . Karena kasus Misbakhun korupsi itu juga dirinya ditahan di markas besar Kepolisian Negeri RI karena mendapat tuduhan atas pemakaian letter of credit (L/C) palsu pada tanggal 26 April 2013 di Bank Century. Tuduhan atas  Misbakhun korupsi membuatnya dirinya dijadikan sebagai tersangka dan mendapat hukuman selama satu tahun kurungan penjara oleh pengadilan. Pada saat itu, Misbakhun yang masih menjadi anggota Panitia Khusus Bank Century di DPR yang gigih mengusut skandal yang telah diduga melibatkan Gubernur Bank Indonesia Boediono dan Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati serta adanya pejabat lainnya pada tahun 2008. Ketika itu juga kasus Misbakhun pada Bank Century itu ditambahkan satu tahun hukuman oleh pengadilan. Mahkamah Agung (MA) lalu menjatuhkan hukumannya tetap dua tahun. Namun, dengan...

Kasus Misbakhun Ternyata Hanyalah Kasus Perdata

Sumber:  GoNews.co Kasus Misbakhun yang pernah melibatkan Mukhamad Misbakhun ternyata memang benar ada. Kasus Misbakhun itu nyatanya adalah tuduhan semata, karena dalam pengadilan Misbakhun dinyatakan tidak bersalah. Namun, kasus Misbakhun itu menjalar menjadi kasus Misbakhun korupsi yang kemudian membuat nama Misbakhun menjadi terkenal. Tuduhan atas kasus Misbakhun bermula karena adanya pemberitaan bahwa perusahaan milik mantan politisi PKS PT. Selalang Prima Internasional yang terlibat atas pemalsuan dokumen atau letter of credit (L/C) di Bank Century. Karena itu kasus Misbakhun korupsi kemudian dikenal dengan Misbakhun korupsi. Karena adanya kasus Misbakhun korupsi, Misbakhun bahkan sempat merasakan bermalam didalam jeruji besi selama beberapa tahun. Hingga akhirnya ia mengajukan PK kepada Mahkamah Agung terkait dengan kasus Misbakhun itu karena menurutnya itu bukan kesalahannya. MA pun mengabulkan permohonannya yang akhirnya setelah ditelusuri dan ...

Dalam Kasus Misbakhun, Itu Ternyata Hanya L/C Fiktif

Mukhammad Misbakhun yang kini menjabat sebagai politikus partai Golkar pernah tercatat sebagai pengendali PT Selalang Prima Internasional. Perusahaannya itu dulu sempat diindikasikan terbelit LC fiktif yang pernah menjadi sorotan. Atas indikasi itu, kasus Misbakhun mencuat bahkan atas kasus Misbakhun itu sendiri Misbakhun dituduh menjadi Misbakhun korupsi . Dalam Kasus Misbakhun dan PT Selalang Prima yang beredar didalam dokumen, Minggu (28\/2\/2010), penguasaan perusahaan oleh Misbakhun itu bermula pada Oktober 2007. Misbakhun membeli saham dari Teguh Boentoro sebanyak 2.475 lembar saham, dengan nilai 1 lembar Rp 100 ribu. Dalam PT Selalang, Misbakhun duduk sebagai Komisaris. Sedangkan Teguh yang disebut-sebut juga merupakan kawan dekat Misbakhun, berdasarkan dokumen kemudian membuat perusahaan baru yang ternyata juga mendapat fasilitas LC dari Bank Century. Setelah memegang kendali atas perusahaan tersebut, pada 19 November 2007 munculah soal penerbitan LC dari Bank Century...

Pengakuan Mengejutkan Bupati Bekasi Soal Peran Lippo Group Dalam Kasus Meikarta

Sumber : akurat.co Skandal suap proyek pembangunan Meikarta kini akan diungkap oleh Neneng Hasanah Yasin, Bupati Bekasi nonaktif. Ia sendiri akan mengungkap peran korporasi dalam kasus skandal suap proyek pembangunan Meikarta yang melibatkan Direktur Operasional Lippo Group, Billy Sindoro sebagai tersangka. Ia sendiri sudah mengajukan permohonan sebagai Justice Collaborator (JC), yang diharap bisa mengungkap lebih banyak lagi peran pihak lain, khususnya pada peran korporasi yang telah menyuapnya demi mendapat izin pembangunan proyek di atas lahan seluar 500 hektar tersebut. "Liat faktanya aja," ucap Neneng usai diperiksa sebagai tersangka di gedung KPK, Jakarta, Rabu (7/11). Demi mengungkap peran pihak lain di kasus ini, tim Penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) pun berinisiatif mengambil contoh suara dari Neneng. Dengan tujuan untuk keperluan penyidikan terhadap pihak korporasi yang belakangan terungkap, pernah melakukan komunikasi dengan Neneng. "En...

Wanita Muslim Pertama Yang Duduk Di Kongres AS, Rashida Tlaib dan Ilhan Omar

Amerika Serikat kini meloloskan dua distrik yang didalamnya terdapat dua kandidat yang akan menjadi wanita-wanita muslim pertama untuk duduk di Kongres Amerika Serikat. Kemenangan keduanya memperkuat posisi Demokrat di distrik masing-masing. Kedua nama tersebut adalah Rashida Tlaib dari Michigan dan Ilhan Omar dari Minnesota, keduanya diusung Partai Demokrat. Tlaib sendiri didukung oleh Sosialis Demokrat Amerika, kelompok sayap kiri yang tengah berkembang yang salah satu anggotanya yang terkenal adalah Alexandria Ocasio-Cortez dari New York. Sementara Omar didukung oleh kelompok Petani dan Buruh Demokrat. Selain sebagai wanita muslim pertama, Omar juga akan menjadi warga Somalia-Amerika pertama yang duduk di Kongres. Omar adalah pengungsi yang datang ke Amerika Serikat 20 tahun lalu. Menjelang hari-hari terakhir kampanye, Tlaib dan Omar kerap terlihat kampanye bersama. Omar sendiri juga mendapat dukungan dari Ocasio-Cortez saat kampanye dan berkomitmen akan menggunakan jab...

Penyerang Dari Timnas Indonesia Yang Selalu Dikenang Sepanjang Masa

Laga pertama timnas Indonesia akan dimainkan Jumat (9/11) melawan Singapura karena adanya gelaran Piala AFF 2018 yang sudah di depan mata. Setiap kali ada pertandingan timnas, para pecinta bola nasional pasti akan memantau siapa saja pemain yang bakal bersinar. Terutama sektor penyerang. Di Indonesia sendiri kini sedikit mengalami kemunduran karena minimnya penyerang top saat ini. Namun jika kita mundur ke belakang sekitar dekade 80-an hingga 2000-an Tim Garuda sebenarnya memiliki sederet penyerang berkualitas yang namanya hingga kini masih dikenang: 1. Ricky Yacobi Sosok kelahiran 12 Maret 1963 ini adalah salah satu penyerang berkelas yang pernah dimiliki timnas Indonesia.  Semasa aktifnya Ricky merupakan penyerang yang diperhitungkan. Pemain yang menjuluki dirinya sebagai Indonesianya Paul Britner ini bahkan sempat dikontrak klub Jepang, Matsushita (kini Gamba Osaka). Sayang, karena soal adaptasi Ricky gagal bersinar di sana hanya tampil enam kali dan mencetak satu ...

Tanggapan Bamsoet Terhadap Kasus Century

Kasus Century kini kembali naik ke atas permukaan, nama  Presiden ke-6 RI Susilo Bambang Yudhoyono (SBY)  dalam kasus Century atas kasus pencucian uang itu juga kembali menuai banyak polemik hingga membuat Ketua DPR  Bambang Soesatyo (Bamsoet)  ikut menanggapi polemik itu. " Kita mendukung langkah SBY menarik ini ke ranah hukum," tegas  Bamsoet  di gedung DPR. Bamsoet sendiri telah mendesak KPK untuk segera menuntaskan kasus tersebut agar kasus ini tidak dibiarkan menggantung. Bamsoet  sendiri yang meminta KPK untuk segera menuntaskan skandal Bank  Century . Sebagai inisiator Hak Angket  Century  saat itu,  Bamseot  juga telah merekomendasikan dugaan perbuatan melanggar hukum. Karenanya itu,  Bamsoet  juga mendukung niatan SBY menggugat Asia Sentinel ke ranah hukum. "Jangan sampai ini (kasus Bank Century) terus menggantung dan merugikan SBY itu sendiri," tutupnya. Walau sampai sekar...

Penyerahan Dokumen Bukti Century Oleh MAKI ke KPK

Sumber: Google.com Pada Rabu (19/9) kemarin, penyerahan dokumen bukti terkait kasus Century telah diserahkan oleh Koordinator  Masyarakat Anti Korupsi Indonesia  ( MAKI ) Boyamin Saiman dan anak mantan Deputi Gubernur BI Bidang Pengelolaan Moneter dan Devisa Budi Mulya, Nadia Mulya kepada KPK agar mempercepat penanganan perkara Century ini. Sebelumnya MAKI  sendiri sudah   mempraperadilankan KPK karena amar putusan Praperadilan Pengadilan Negeri Jakarta Selatan No. 24/Pid.Prap/2018/PN.Jkt.Sel menyatakan memerintahkan termohon (KPK) untuk melakukan proses hukum selanjutnya sesuai dengan ketentuan hukum dan peraturan perundang-undangan yang berlaku atas dugaan tindak pidana korupsi Bank  Century . Bukti yang ada itu memang sangat perlu untuk diserahkan kepada KPK, karena kepentingan bagi  MAKI  adalah untuk memperkuat praperadilan yang sudah didaftarkan di Pengadilan Negeri Pusat Jakarta Pusat. "Dalam bentuk melakukan penyidikan d...

Pengakuan Novanto Terhadap Kasus Century Dan Adanya Keterlibatan SBY

Sumber: Google.com Sebuah pengakuan heboh datang dari Setya Novanto  yang saat ditemui di Pengadilan Tipikor mengaku akan mengungkap adanya keterlibatan Ketua Umum Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) terhadap kasus Bank  Century  yang terbukti telah merugikan negara sebanyak triliunan rupiah yang akan diungkap secara detail dan selengkap-lengkapnya. Keterlibatan  Ketua Umum Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) dalam kasus korupsi Bank   Century  telah diungkap sebelumnya oleh artikel media asing asia sentinel. Namun ternyata hal itu belum memberi cukup bukti untuk KPK. Dan setelah adanya pemberitaan itu,  Setya Novanto  tiba-tiba mengaku akan membeberkan adanya keterlibatan SBY dengan  Century  di KPK nanti. "Nanti saya akan ungkap sejelasnya di KPK nanti," tegas  Novanto  saat ditemui di Pengadilan Tipikor, Jakarta Pusat, Jumat (14/9). Ia sendiri mengungkapkan hal itu ketika menjawab sebuah p...